Jumat, 31 Mei 2013

ELEKTRONIKA DASAR

Rangkaian Saklar Sentuh

Rangkaian Saklar Sentuh merupakan materi yang akan kita pelajari kali ini. Mungkin Anda sering mendengar adanya gadget atau perangkat yang bisa beroperasi/aktif dengan cara disentuh. Misalnya adanya layar sentuh pada handphone, notebook atau komputer PC. Kita akan mempelajari hal yang sama, namun kali ini pada saklarnya, yakni saklar sentuh.
Saklar ini demikian peka hingga akan dapat beroperasi hanya dengan diraba jari saja. Saklar ini dapat dipakai untuk menyalakan lampu. Tentu saja lampu ini dapat diganti dengan sesuatu yang Anda butuhkan, misalnya relay, kunci morse, pemancar radio, dan lain sebagainya. Kepekaan saklar ini berdasarkan dideteksinya arus yang sangat kecil yang melewati jari-jari yang menghubungkan dua kontak. Kontak-kontak ini perlu dilindungi terhadap karat karenanya perlu diolesi timah solder. Di bawah ini bisa Anda pelajari gambar skema Rangkaian Saklar Sentuh.
Gambar Skema Rangkaian Saklar Sentuh
Gambar Skema Rangkaian Saklar Sentuh
Adapun prinsip kerja dari Rangkaian Saklar Sentuh ini adalah sebagai berikut. Jika kontak-kontak diraba dengan jari, maka arus sangat kecil mengalir dalam sirkuit basis-emitor Q1. Arus kolektor di Q1 akan sudah cukup besar guna mengaktifkan seluruh sistem. Q2 dan Q3 dirangkaian sebagai penyulut Schmitt. Bagian terbesar dari arus kolektor Q1 mengalir masuk ke basisnya Q2 dan membuat Q2 menghantar dengan kuat. Kejadian ini menyebabkan Q3 menjadi tersumbat. Karena tersumbat maka kolektor Q3 menjadi bertengangan kira-kira setinggi +baterei. Basis Q4 juga mendapat tegangan +baterei ini sehingga Q4 pun menghantar dan lampu menyala.
Jika jari kita diangkat dari kontak-kontak, maka arus basis berhenti mengalir di Q1. Basis Q2 tidak lagi mendapat tegangan, sehingga Q2 menjadi tersumbat. Maka basis Q3 menarik arus lewat R3 sehingga Q3 ini pun menghantar. Kalau Q3 mulai menghantar, maka tegangan pada emitornya naik sedikit. Oleh umpan balik maka Q2 dipercepat menyumbatnya. Sementara itu tegangan di kolektor Q3 menurun hingga akhirnya tidak dapat menjangkitkan arus basis di Q4. Maka Q4 pun menyumbat dan lampu padam atau mati.

Rangkaian Saklar Lampu Elektronik

Rangkaian Saklar Lampu Elektronik adalah sebuah rangkaian saklar yang beroperasi dengan bantuan cahaya. Rangkaian ini akan memungkinkan Anda membuat sebuah saklar yang akan diaktifkan oleh cahaya yang jatuh pada sensor. Ini adalah perangkat yang sangat berguna dan dapat digunakan untuk keperluan otomatisasi, sistem keamanan, remote kontrol dan lain-lain. Rangkaian ini sangat sensitif, bertindak cepat dan handal. Rangkaian menggunakan Light Dependent Resistor (LDR) sebagai sensor dan tiga transistor untuk memperkuat sinyal dari LDR dan mendorong relay yang melakukan switching.
Memperhatikan cara kerja dan prinsip kerjanya, rangkaian ini bisa diaplikasikan untuk berbagai keperluan. Untuk itu mari kita membuatnya. Rangkaian ini tergolong rangkaian sederhana walaupun sudah menggunakan LDR dan transistor sebagai jantungnya. Di bawah ini kami sertakan gambar skema Rangkaian Saklar Lampu Elektronik untuk bahan pembelajaran. Silakan lihat dan pelajari.
Gambar Skema Rangkaian Saklar Lampu Elektronik
Gambar Skema Rangkaian Saklar Lampu Elektronik
Daftar komponen :
R = light resistor
R1 = 4,7 K
R2 = 1,2 K
R3 = 2,2 K
R4 = 1,2 K
R5 = 1,2 K
R6 = 2,7 K
R7 = 100 K
C1 = 10 Рјf/16V
TR1 = BC107-BC108 NPN (CV7644)
TR2 = BC107-BC108 NPN (CV7644)
TR3 = BC557-BC558-BC327 PNP
D1 = 1N4148 Diode
RELAY = 12V relay
Seperti yang dapat Anda lihat dari gambar skema di atas, pada input rangkaian ada pemangkas (R7) yang dihubungkan secara seri dengan LDR sedemikian rupa untuk membentuk pembagi tegangan. Ketika cahaya jatuh pada LDR itu menyebabkan resistensi berubah dan ini menyebabkan tegangan di seluruh LDR berubah. Perubahan tegangan digunakan untuk mengubah keadaan transistor TR2 switching ON dan OFF. Output dari TR2 mengendalikan TR1 dan ini pada gilirannya output (TR3) menggerakkan relay. Dioda D1 melindungi transistor dari ggl belakang yang dihasilkan dari kumparan relay ketika dimatikan. Pemangkas R7 menyesuaikan sensitivitas sirkuit sehingga dimungkinkan untuk menggunakannya di bawah kondisi yang sangat berbeda. Rangkaian Saklar Lampu Elektronik ini beroperasi dari catu daya 9-12 VDC dan kontak relay dinilai pada 250 V / 2 A.

Rangkaian Radio Tanpa Listrik

Selama ini radio yang diperjualbelikan di toko-toko elektronika menggunakan arus listrik DC sebagai catu dayanya. Mungkin Anda tidak percaya kalau sebenarnya ada radio tanpa menggunakan arus listrik. Memang kedengarannya nyeleneh, tapi biar tidak penasaran pada kesempatan kali ini kami akan membahas tentang pembuatan rangkaian radio tanpa listrik.
Jika Anda tidak salah dalam memasang komponen-komponennya dan sesuai dengan simbol serta ketentuan lainnya, radio ini akan bekerja dengan baik. Oleh karena itu ditekankan di sini, hendaknya Anda mempelajari dan paham dahulu simbol-simbol elektronika yang digunakan dalam rangkaian ini, setelah itu barulah Anda melangkah pada perakitan rangkaian radio tanpa listrik yang sangat sederhana ini.
Gambar Skema Rangkaian Radio Tanpa Listrik
Gambar Skema Rangkaian Radio Tanpa Listrik
Daftar komponen :
F = Batang ferit
C1 = Varco (kondensator variabel) 0-25 pF
C2 = Kondensator mika/keramik berkapasitas 50 – 100 pF
A = Antena penerima sepanjang 10 – 17,5 meter
K = Dioda kristal o A72
T = Headphone (earphone) dengan daya tahan 3000 Ohm
L = Lilitan/spul anterna menggunakan kawat nikelin 0,25 mm dan koker 12,5   mm sebanyak 30 lilitan
Rangkaian radio tanpa listrik hanya berfungsi sebagai radio penerima (receiver) saja. Karena radio ini  menggunakan dioda kristal, maka radio ini bisa disebut sebagai radio kristal. Melalui antena dioda kristal akan memproses gelombang suara yang kemudian disimpan dalam kondensator keramik/mika.
Demikianlah uraian singkat mengenai rangkaian radio tanpa listrik. Selamat mencoba dan semoga Anda berhasil.

Fixed Restan (Tahanan Tetap)

Fixed restan bentuknya kecil dan memiliki gelang bervariasi. Gelang-gelang warna ini adalah menunjukkan besar dan kecilnya nilai tahanan arus di dalamnya. Warna-warna gelang tersebut sangat penting artinya bagi penggemar elektronika dan harus diketahui.
Fixed restan umumnya berbentuk kecil dengan dua kaki pada bagian dua ujungnya. Ia tidak memiliki kutub negatif atau positif sehingga pemasangannya boleh terbalik, asalkan nilainya sama dengan nilai yang tertera pada PCB.
Fixed restan terbuat dari bahan arang sehingga arus yang ada dalam resistor tetap tidak dapat diubah-ubah lagi. Bila nilai Ohm-nya tidak sesuai dengan arus yang masuk (lebih besar arus dari nilainya), maka komponen ini jadi terbakar dan tidak berfungsi lagi.
Agar tidak salah pemasangannya dalam PCB, maka Anda yang mulai meminati benda-benda elektronika harus mengetahui simbolnya, seperti di bawah ini.
Tahanan Tetap 1
Sedangkan bentuk fisiknya adalah sebagai berikut :
Tahanan Tetap
Selanjutnya Anda harus mengenali warna gelang yang ada pada fixed restan karena hanya dari warna itulah nilai Ohm-nya dapat ditentukan. Umumnya warna yang melingkari tubuhnya hanya ada tiga gelang dan sisanya biasanya berwarna keperakan atau keemasan.
Di bawah ini akan diuraikan nilai ohm suatu tahanan tetap (fixed restan) demi memudahkan penggemar pemula.
  • Warna hitam bernilai 0. Jika ia berada pada gelang pertama maka hanya dinilai satu nol.
  • Warna coklat dinilai satu (1). Jika berada pada gelang pertama dan kedua bernilai satu, maka di gelang ketiga bernilai 0 dengan daya tahan 1%.
  • Warna merah dinilai dua (2). Jika berada pada gelang pertama dan kedua bernilai dua, maka di gelang ketiga bernilai 00 dengan daya tahan 2%.
  • Warna jingga dinilai tiga (3). Jika berada pada gelang pertama dan kedua bernilai tiga, maka di gelang ketiga bernilai 000 dengan daya tahan 3%.
  • Warna kuning dinilai empat (4). Jika berada pada gelang pertama dan kedua bernilai empat, maka di gelang ketiga bernilai 0000 dengan daya tahan 4%.
  • Warna hijau dinilai lima (5). Jika berada pada gelang pertama dan kedua bernilai lima, maka di gelang ketiga bernilai 00000 dengan daya tahan 5%.
  • Warna biru dinilai enam (6). Jika berada pada gelang pertama dan kedua bernilai enam, maka di gelang ketiga bernilai 000000 dengan daya tahan 6%.
  • Warna ungu dinilai tujuh (7). Jika berada pada gelang pertama dan kedua bernilai tujuh, maka di gelang ketiga bernilai 0000000 dengan daya tahan 7%.
  • Warna abu-abu dinilai delapan (8). Jika berada pada gelang pertama dan kedua bernilai delapan. Tetapi pada gelang ketiga bernilai 1/100 dengan daya tahan 8%.
  • Warna putih dinilai sembilan (9). Jika berada pada gelang pertama dan kedua bernilai sembilan, maka di gelang ketiga bernilai 1/10 dengan daya tahan 5%.
  • Warna keemasan tidak bernilai. Tetapi ia memiliki pada gelang ketiga yakni 1/10 dengan daya tahan 5%.
  • Warna keperakan pada gelang pertama dan kedua tidak bernilai. Tetapi jika warna tersebut di gelang ketiga maka bernilai 1/100 dengan daya tahan 10%.
  • Tidak berwarna pada gelang pertama, kedua dan ketiga tidak bernilai tetapi memiliki daya tahan 20%.
Biasanya setelah ketiga gelang, maka fixed restan diakhiri dengan gelang keempat. Gelang ini menunjukkan polaritas suatu tahanan.

Rangkaian Lampu Tembak Mobil Otomatis

Rangkaian Lampu Tembak Mobil Otomatis – Lampu Tembak adalah lampu besar  (headlamp) yang terdapat pada mobil dan digunakan untuk menerangi sebuah obyek atau jalan dari jarak jauh. Biasanya lampu ini digunakan pada malam hari atau pada waktu pagi hari di saat kabut menghalangi jarak pandang Anda. Setelah menggunakan mungkin Anda lupa mematikan lampu tersebut. Begitu mobil disimpan di garasi, seringkali lupa mematikan lampunya. Padahal lampu itu cukup besar menyedot catu daya dari accu (batere). Kalau keadaan seperti ini sering terjadi alhasil accu alias aki (baterei) jadi sering minta diisi ulang.
Nah, Sobat, untuk menyikapi masalah ini dan mengatasinya kami ingin memperkenalkan Rangkaian Lampu Tembak Mobil Otomatis. Oya, biar Anda mempunyai sedikit gambaran, bisa Anda lihat dan pelajari gambar skema di bawsah ini.
Gambar Skema Rangkaian Lampu Tembak Mobil Otomatis
Gambar Skema Rangkaian Lampu Tembak Mobil Otomatis
Rangkaian inil secara otomatis mematikan Lampu Tembak setelah waktu tertentu setelah kunci kontak dimatikan sehingga Anda dapat keluar dengan tenang dari garasi. Ketika kunci kontak dinyalakan pertama tegangan dari batere diumpankan ke relay melalui dioda D1. Ketika kunci kontak dimatikan menghasilkan pulsa negatif di 2 pin yang memicu timer. Output dari IC  naik untuk waktu yang ditetapkan oleh R1. Hal ini membuat transistor Q1  bekerja untuk memberi energi untuk menggerakkan relay lampu depan. Setelah waktu yang ditetapkan lampu mati. Dengan nilai komponen yang digunakan Anda dapat membuat setting dari 10 detik sampai 60 detik.
Demikianlah penjelasan singkat mengenai cara membuat Rangkaian Lampu Tembak Mobil Otomatis. Selamat mencoba dan semoga berhasil.

Rangkaian Pengusir Tikus

Rangkaian Pengusir Tikus – Tikus adalah binatang yang sangat menjengkelkan, sebab kadangkala merusak barang-barang simpanan kita berupa arsip yang masih berharga, termasuk buku-buku/majalah elektronika plus gambar skema koleksi saya rusak tuh dibantai sang tikus.
Tikus memang sangat mengganggu. Gangguannya mulai dari bunyi berisik di plafon rumah, aroma tak sedap, sampai remah-remah sisa makanan yang dibuangnya. Yang lebih berbahaya lagi, kotoran dan penyakit yang disebarkan hewan yang aktif di malam hari ini.
Membasmi tikus terkadang agak sulit. Pasalnya, hewan ini cukup cerdik dan curiga terhadap racun dan jebakan. Ditambah lagi kecepatan reproduksinya yang bisa membuat jumlahnya cepat berlipat ganda. Kalau dibiarkan, tikus akan membentuk koloni.
Untuk mengusir gangguan tersebut dapat dibuat sebuah rangkaian elektronika, yakni Rangkaian Pengusir Tikus, seperti pada gambar di bawah ini.
Gambar Skema Rangkaian Pengusir Tikus
Gambar Skema Rangkaian Pengusir Tikus
Daftar Komponen :
Resistor :
R1                            =   1K8
R2                            =   1K
R3                            =   5K6
R4                            =   480
Kapasitor :
C1                            =   2,2nF
C2                            =   0,022uF/6V
Semikonduktor :
IC                             =   tipe 555
Tr                             =   tipe SC1162
LS                            =   speaker berimpedansi 4 Ohm
Pada umumnya kegunaan utama dari rangkaian ini adalah untuk menghalau tikus yang berkeliaran dan merusak segala sesuatu di rumah. Untuk speakernya, kalau bisa, usahakanlah memakai speaker bekas telepon yang telah tidak digunakan atau dapat menggunakan speaker bekas headphone tipe kristal.
Apabila Rangkaian Pengusir Tikus  sudah jadi maka akan mengeluarkan getaran sinyal frekuensi sebesar 50 kHz. Dengan frekuensi 50 KHz yang dihasilkan oleh rangkaian tersebut dijamin tikus-tikus akan berlarian karena telinganya akan merasa sakit akibat getaran sinyal frekuensi tersebut.

Perbedaan Radio AM dan Radio FM

Radio AM dan Radio FM
Radio AM dan Radio FM
Perbedaan Radio AM dan Radio FM – Dilihat dari jenis modulasinya radio penerima dibedakan dalam  dua macam yaitu  Radio  AM  jika  modulasi  yang  digunakan  modulasi  amplitudo  yang mempunyai  sifat  amplitudo  sinyal  termodulasi  bervariasi  mengikuti  variasi amplitudo sinyal informasi. Radio penerima jenis yang kedua adalah radio FM jika modulasi  yang  digunakan  modulasi  frekuensi,  yaitu  sinyal  termodulasi  frekuensibervariasi mengikuti variasi amplitudo sinyal infotmasi.
Frekuensi pembawa radio modulasi  amplitudo  (AM)  dalam  cakupan  535  sampai  1605  kHz.  Pembawa frekuensi  dari  540  sampai  1600  kHz  ditandai  dengan  interval  10  kHz.  Radio  FM mempunyai  band  dari  88  sampai  108  MHz  antara  televisi  kanal  6  dan  7    VHF. Stasiun  FM  ditandai  dengan  frekuensi  senter  pada  200  kHz  pemisahan  dimulai pada 88,1 MHz untuk maksimum 100 stasiun. Stasiun FM ini mempunyai deviasi maksimum 75 kHz dari frekuensi senter upper 25 kHz dan lower “jalur pemandu’ untuk meminimkan interaksi dengan pengaturan band frekuensi.
Informasi dipancarkan dari stasiun radio AM,  secara listrik gambaran suara (yang  diambil  dari  mikropon  atau  sumber  program  lain)  digunakan  untuk memodulasi  amplitudo  gelombang  pembawa  kemudian  dipancarkan  dari  antena pemancar  stasiun  radio.  Ini  kontras  dengan  radio  FM  dimana  sinyal  digunakan untuk modulasi frekuensi pembawa. Spektrum frekuensi antara 535 kHz dan 1605 kHz dan gelombang pembawa dipisahkan dengan 10 kHz.
Penerima  radio  dapat  di-tune untuk  menerima  satu  dari  sejumlah frekuensi  pembawa  radio  dalam  area penerimaan.  Ini  membuat  praktis dengan  memindahkan  sinyal  dari pembawa  pada  frekuensi  menengah dalam  radio  dengan  proses  yang dinamakan  heterodyne.  Penerima heterodyne,  kebanyakan  secara elektronik  mempertahankan  pengaturan frekuensi  menengah    sehingga  hanya sebagian  kecil  dari  rangkaian  penerima  harus diatur bila stasiun berubah.

Rangkaian Penguat Mic Condenser

Rangkaian Penguat Mic Condenser – Penguat suara mic condensor ini murah dan kompak. Rangkaian ini memberikan suara berkualitas baik dari 0,5 watt pada 4,5 volt. Ini mungkin bisa diterapkan sebagai bagian dari a pemancar, penerima radio paket, interkom dan walkie-talkie berdaya rendah.
Untuk lebih jelasnya, silakan Anda pelajari Rangkaian Penguat Mic Condenser di bawah ini.
Gambar Skema Rangkaian Mic Condenser
Gambar Skema Rangkaian Mic Condenser
Transistor T1 dan T2 membentuk  preamplifier mic. Resistor R1 memberikan bias yang diperlukan untuk mic condensor  sementara VR1 bekerja sebagai kontrol gain untuk menyesuaikan tingkat penguatannya. Sebagai cara untuk meningkatkan daya audio, output audio tingkat rendah dari tahap Preamplifier digabungkan melalui kopling kapasitor C7 untuk mempenguat daya audio yang dibangun dekat dengan IC BEL1895.
BEL1895 benar-benar sebuah IC penguat daya audio yang monolitik ditujukan khusus untuk radio AM sensitif aplikasi yang memberikan 1 watt menjadi 4 ohm pada tegangan catu daya 6V. Ini menunjukkan distorsi dan kebisingan yang sangat rendah dan bekerja di atas pasokan tegangan 3V – 9V, yang akan membuatnya sempurna untuk dipasok dengan operasi baterai.
Coupling kapasitor C7 menentukan respon frekuensi rendah dari amplifier. Kapasitor C9 bertindak sebagai penolak filter-riak. Output kapacitor C13 diakses di pin 1 ke loudspeaker. Kombinasi R15-C13 bertindak sebagai sirkuit redaman untuk output osilasi. Kapacitor C12 menyajikan fungsi boot strapping.
Rangkaian Penguat Mic Condenser ini cocok untuk  pemancar radio  berdaya rendah untuk memasok daya audio yang penting untuk modulasi. Dengan modifikasi mudah mungkin bisa juga diterapkan pada rangkaian interkom.

Rangkaian Sulih Suara

Rangkaian Sulih Suara – Anda mungkin salah seorang yang gemar menonton drama Korea atau film silat Mandarin di televisi. Jika Anda perhatikan, bahasa yang digunakan atau diucapkan oleh artis atau aktor tersebut adalah bahasa Indonesia. Bila Anda lebih teliti, gerak bibir dengan lafal yang keluar dari mulut kadang tidak sesuai (tidak pas). Maklumlah mereka telah melakukan sulih suara. Artinya menimpa suara asli mereka dengan suara berikutnya (kita orang Indonesia). Dalam dunia film dan pertelevisian, sulih suara ini seringkali dilakukan. Pengisi suaranya disebut dubber. Malahan untuk film animasi atau kartun banyak memakai teknik sulih suara.
Baiklah pada postingan kali ini kami akan membahas masalah Rangkaian Sulih Suara. Yuk kita coba membuatnya. Rangkaian ini bisa aplikasikan untuk tujuan-tujuan tertentu. Yang jelas, rangkaian ini cukup menarik lho. Terutama buat Anda yang bergeluk di bidang audio. Silakan Anda pelajari melalui gambar skema di bawah ini.
Gambar Skema Rangkaian Sulih Suara
Gambar Skema Rangkaian Sulih Suara
Rangkaian Sulih Suara ini adalah rangkaian di mana mikrofon dan rangkaian preamp (rangkaian suara) memiliki prioritas terhadap semua sinyal audio lainnya. Anda dapat menganggap ini sebagai sebuah interkom, jika penguat utama digunakan untuk mendengarkan musik, maka ketika saklar push to talk  ditekan, penguat diaktifkan untuk sinyal suara. Nah, bila Anda tertarik, jangan ragu untuk membuatnya. Rangkaian ini cukup handal lho, tidak kalah dengan keluaran pabrik. Semoga rangkaian ini bermanfaat dan semoga berhasil.

Rangkaian Hygrometer Sederhana

Rangkaian Hygrometer Sederhana – Dua faktor lingkungan yang paling mengendalikan perasaan baik manusia adalah temperatur dan kelembaban. Termometer dapat dengan mudah dibeli atau dibuat, tetapi hygrometer yang entah bagaimana agak kurang umum. Namun, adalah mungkin untuk membuat sebuah hygrometer elektronik sederhana, yang murah dan cukup akurat.
Alat ukur yang dijelaskan di sini mempekerjakan sensor IC Honeywell berdasarkan teknologi film tipis kapasitor polimer. Ini sangat nyaman karena memberikan sinyal keluaran AC dan cukup baik dikalibrasi yang hampir linier dengan kelembaban relatif dari udara sekitarnya. Sensor ini memang memiliki koefisien suhu kecil, dan signifikan non-linearitas pada tingkat kelembaban yang sangat rendah. Hal tersebut telah diabaikan dalam desain sederhana ini, namun demikian memakai Rangkaian Hygrometer Sederhana ini hasilnya cukup akurat.
Gambar Skema Rangkaian Hygrometer Sederhana
Gambar Skema Rangkaian Hygrometer Sederhana
Dehumidifier terhubung ke J1 harus meletakkan pin 2 dan 4 ke tanah. Ini harus menyediakan pasokan sekitar 12 Volt pada pin 3, dan harus memiliki kumparan relay 12 Volt yang dihubungkan antara 12 Volt dan pin 1. Harus ada dioda freewheeling secara paralel dengan kumparan relay (katoda ke +12 V). Jika Anda tidak ingin mengontrol perangkat eksternal, tentu saja Anda dapat menghilangkan R6 sampai 12, D1 sampai D3, Q1, dan J1. Jika Anda menggunakan meter sangat sensitif (kurang dari 30μA skala penuh), Anda dapat menghilangkan U1, dan memberi umpan meter langsung dari sensor serta sesuaikan R2. Dengan demikian Rangkaian Hygrometer Sederhana menjadi sangat sederhana.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Skull Belt Buckles